Cara Mengobati Scabies pada Kucing, Bisa Pakai Minyak Zaitun

Kucing95 Views

Cara Mengobati Scabies pada Kucing, Bisa Pakai Minyak Zaitun

majalahtren.com Cara Mengobati Scabies pada Kucing, Bisa Pakai Minyak Zaitun. Kudis adalah salah satu jenis penyakit kulit yang dapat dialami oleh kucing peliharaan.

Kudis adalah kudis yang disebabkan oleh hama kecil yang harus dilihat dengan kaca penguat.

Salah satu efek samping yang normal dari kudis pada kucing adalah adanya lambung di ujung telinga kucing, yang akan semakin menebal, dan dapat menyebar ke mata, hidung, dan bagian tubuh kucing lainnya.

Dikutip dari majalahtren, penyakit kudis dimulai ketika serangga menggigit kulit kucing dan menyebabkan kesemutan, pengupasan, botak, dan iritasi.

Skabies merupakan salah satu jenis skabies yang berhubungan dengan jenis parasit Sarcoptes yang menyebabkan penyakit skabies sarcoptic.

Elfan B. Darmawan, dokter hewan dan direktur Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bekasi, memaklumi bahwa skabies dapat menyerang kucing yang jarang merawat diri dan hidup dalam kondisi tidak sehat.

“Bulu harus lebih bersih, iklim tidak lembab,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (17/3/2022).

Elfan melanjutkan, kudis dapat mempengaruhi kepuasan pribadi kucing jika tidak segera diobati. “Mereka tidak bisa menemukan kebahagiaan di akhirat, mereka tidak bisa makan. Bisa menyebabkan kematian karena dua hal ini terjadi. Kudis bisa menyebar ke seluruh tubuh,” katanya.

Metode paling efektif untuk mengobati kudis pada kucing

Untuk mengobati kudis, bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk pemeriksaan tambahan. Dokter hewan akan menggores tes kulit dari bagian tubuh yang terkena dampak untuk diperiksa di bawah alat pembesar.

Ada beberapa jenis pengobatan kudis pada kucing, termasuk beberapa yang biasa digunakan untuk mencegah kutu dan cacing hati (Dirofilaria immitis).

Meskipun demikian, pengukuran untuk bug mungkin unik. Untuk itu, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter hewan untuk mencari pengobatan yang tepat.

Untuk sementara, kata Elfan, siklus pengobatan hama penyakit kudis terdiri dari beberapa tahap. Pertama-tama, gunakan item anti parasit.

“Awas, ada banyak obat yang menetes di punggung, lalu kemudian (kucing itu) dicuci bersih. Berikan jenis makanan yang membantu (menyembuhkan) kulitnya. Beri minyak ikan,” kata Elfan.

Meski demikian, Elfan mengimbau agar kucing peliharaan segera dibawa ke dokter hewan saat efek samping kudis mulai tampak menjauhi infeksi yang semakin parah.

Selama siklus pengobatan, umumnya bulu kucing akan digunduli untuk mempercepat pemusnahan hama kudis.

“Jika tidak telanjang, itu akan memakan waktu lebih lama. Jika kucing itu berusia lima atau setengah tahun di utara, mereka akan ditemukan di mana-mana. Kucing kecil adalah tempat yang pasti,” masuk akal. dari Elfan.

Kucing di bawah usia lima atau setengah tahun tidak akan dicukur untuk menghindari tekanan virus.

Dalam kasus tertentu, ada beberapa kucing yang membutuhkan waktu empat belas hari agar kudisnya benar-benar hilang. Namun, ini bergantung pada kerapian jaket kucing, cuaca, makanan, dan seberapa sering kudis ditangani.

“Yang lamban adalah ketika kudis ada di seluruh tubuh, ada beberapa bulan, empat bulan, jauh lebih lama,” masuk akal Elfan.

“Pengobatan kudis harus dilakukan secara terus menerus, sebaiknya tetap di bawah pengawasan dokter spesialis tentang seberapa sering menggunakan obat anti serangga, seberapa sering harus dicuci,” lanjutnya.

Dikutip dari Small Door Veterinary, setelah pengobatan kudis dimulai, biasanya kucing peliharaan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih sepenuhnya.

Namun, jika kucing Anda mengalami kerontokan rambut, mungkin perlu waktu hingga empat bulan atau lebih agar bulunya bisa tumbuh kembali.

Selama proses pengobatan dan penyembuhan, usahakan untuk membersihkan rumah secara rutin dan semua benda yang bersentuhan dengan kucing agar tidak terserang kudis lagi.

Bayangkan sebuah skenario di mana Anda memiliki kesempatan untuk pergi ke dokter hewan.

Elfan tidak menampik bahwa tidak semua orang bisa langsung mengunjungi dokter hewan saat kucing peliharaannya terkena kudis, baik karena waktunya yang tidak tepat atau tempat yang terlalu jauh.

Untuk tahap yang mendasarinya, Elfan berbicara untuk menjaga iklim dan bulu kucing tetap bersih. Selanjutnya, fokus pada makanan yang dimakan oleh kucing.

Saat merawat atau merapikan kudis pada kucing, kenakan sarung tangan. “Anggap kudisnya terbatas, misalnya di telinga atau hidung, bersihkan dengan air hangat, lalu oleskan minyak zaitun atau minyak nimba,” kata Elfan.

Bagaimanapun, Elfan sebenarnya menyarankan untuk membawa kucing peliharaannya ke dokter hewan untuk perawatan tambahan dan pas.