Ketahui Penyebab Kucing Pilek dan Cara Tepat Penanganannya

Kucing109 Views

Ketahui Penyebab Kucing Pilek dan Cara Tepat Penanganannya

majalahtren.com – Ketahui Penyebab Kucing Pilek dan Cara Tepat Penanganannya. Tidak hanya manusia, kucing juga bisa masuk angin lho. Penyebab paling umum dari pilek pada kucing adalah infeksi virus, tetapi berbagai faktor lain juga dapat berperan dalam kondisi ini. Jika kucing kamu masuk angin, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mempercepat pemulihannya.

Pilek pada kucing merupakan gejala kondisi medis tertentu yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Selain itu, beberapa hal lain seperti infeksi bakteri, alergi, dan paparan bahan iritan juga bisa menyebabkan kucing terserang flu.

Pilek kucing akibat infeksi virus umumnya tidak menular dari manusia, melainkan ke sesama hewan seperti kucing atau anjing. Saat kucing terserang flu, ia akan mengalami beberapa gejala seperti sering bersin, hidung dan mata berair, batuk, lemas dan lesu, nafsu makan menurun, dan demam.

Dalam kasus yang parah, flu kucing dapat menyebabkan hidung tersumbat dan keluarnya cairan kuning kehijauan dari hidung atau mata. Kucing juga rentan mengalami dehidrasi saat masuk angin karena nafsu makannya berkurang.

Berbagai Hal Penyebab Kucing Pilek

Berikut ini adalah beberapa virus yang dapat membuat kucing kesayangan kamu mengalami flu :

Infeksi virus herpes kucing (feline rhinotracheitis virus)

Pilek yang disebabkan oleh virus herpes kucing dapat bertahan 5–10 hari untuk kasus ringan dan 6 minggu untuk kasus parah. Penyakit menular pada kucing ini umumnya disebabkan oleh Feline Herpesvirus Type-1 (FHV-1).

Virus herpes kucing ditularkan melalui paparan air liur atau ingus kucing yang sakit, makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, dan peralatan makan yang jarang dibersihkan. Virus ini dapat menyerang kucing domestik dan kucing liar

Infeksi calicivirus kucing

Sama seperti virus herpes kucing, calicivirus kucing juga menular. Selain pilek dan flu, infeksi virus ini juga bisa menyebabkan kucing mengalami sariawan, penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), atau pneumonia.

Penularan feline calicivirus pada kucing umumnya hampir sama dengan FHV-1 yaitu dari air liur atau ingus kucing yang sakit atau dari peralatan makan seperti tempat air dan mangkok makanan yang jarang dibersihkan.

Virus paling sering menginfeksi anak kucing berusia 8–12 minggu dan umumnya mereda dalam 7–10 hari.

Alergi dan iritasi hidung

Tidak hanya manusia, alergi juga bisa menyerang hewan peliharaan, termasuk kucing. Pemicu alergi dan iritasi pada hidung kucing bisa bermacam-macam, mulai dari debu, serangga, kutu, jamur, makanan atau minuman tertentu, asap rokok, hingga parfum.

Saat terkena alergi, hidung dan saluran napas kucing bisa mengalami iritasi dan bengkak. Hal ini membuat kucing mengalami pilek, batuk, sering bersin, mengi, serta hidung dan mata berair. Alergi juga bisa membuat kucing sering menggaruk badannya karena gatal.

Benda asing di hidung

Kucing adalah hewan yang suka bermain dan penasaran dengan lingkungan di sekitarnya. Ini dapat membuatnya rentan menelan atau menghirup benda asing.

Saat ada benda asing yang masuk ke hidungnya, kucing bisa mengalami pilek dan bersin, serta tampak lebih rewel. Beberapa benda asing yang bisa membuat kucing pilek adalah benang atau manik-manik dari mainan, rumput, atau bola rambut.

Cara Mengatasi Kucing Pilek yang Bisa kamu Coba di Rumah

Untuk meredakan gejala pilek pada kucing dan mempercepat pemulihannya, kamu bisa mencoba perawatan berikut ini:

1. Usap mata dan hidung kucing dengan kapas basah

Agar kucing kamu dapat bernapas dengan mudah serta makan dan minum menjadi lebih lancar, kamu dapat menyeka hidung dan matanya dengan kapas yang dibasahi air hangat. Cara ini bertujuan untuk menyeka kotoran yang keluar dari hidung dan matanya saat sedang flu.

2. Sediakan makanan hangat dan berbau menyengat

Hidung tersumbat akibat masuk angin membuat kucing kesayangan kamu sulit makan dan minum karena indra penciumannya terganggu. kamu bisa mencoba memberikan makanan hangat yang berbau menyengat, seperti tuna, teri, atau sarden, agar nafsu makannya kembali normal.

3. Menjaga kualitas udara di dalam rumah

Ini adalah langkah penting yang harus diambil untuk mencegah kucing kamu pilek karena alergi atau iritasi. Sebisa mungkin usahakan untuk menjaga kebersihan rumah dan jauhkan kucing kamu dari paparan bahan iritan, seperti asap rokok, debu, atau parfum.

Jika ruangan yang ditempati kucing kamu terlalu kering, coba tempatkan pelembab udara. Udara yang bersih dan lembap dapat meredakan hidung tersumbat dan membuat kucing yang kedinginan merasa lebih baik.

4. Mengurangi stres pada kucing

Stres merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko masuk angin pada kucing. Oleh karena itu, disarankan agar kamu memberi kucing kamu kamar yang nyaman yang dilengkapi dengan kotak pasir, makanan, air minum, dan tempat tidur yang hangat.

5. keluarkan ingus kucing

Penumpukan ingus atau lendir yang kental di hidung bisa membuat kucing berair bisa membuat kucing pilek dan sulit untuk bernapas. Untuk meniup hidungnya dan meningkatkan pernapasannya, kamu bisa memberikan uap hangat pada kucing kamu.

Cara ini bisa kamu lakukan dengan membawa kucing peliharaan kamu ke kamar mandi. Tutup pintu kamar mandi dan nyalakan shower air panas hingga kamar mandi kamu dipenuhi uap. Biarkan kucing peliharaan kamu di kamar mandi beruap selama 10–15 menit.

Terapi uap hangat ini bisa dilakukan 1-3 kali sehari. kamu juga disarankan untuk pergi ke kamar mandi untuk menemani kucing kamu agar ia tidak stres atau cemas.

Kucing yang kedinginan sering menimbulkan kekhawatiran bagi pecinta kucing. Namun, dengan penanganan yang tepat, gejala pilek kucing seperti bersin, batuk, serta pilek dan mata dapat mereda dalam 7-10 hari.

Untuk mencegah kucing kamu terkena infeksi virus penyebab pilek, jangan lupa untuk membawanya ke dokter hewan untuk divaksinasi.

Jika gejala flu pada kucing tidak juga membaik atau malah semakin parah sehingga kucing kesayangan kamu susah bernafas atau tidak mau makan dan minum, segera bawa ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan pengobatan.