Gerakan Pramuka: Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Edukasi95 Views

Gerakan Pramuka: Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

majalahtren.com – Gerakan Pramuka: Pengertian, Fungsi dan Tujuannya. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang artinya Anak Muda Yang Suka Berkarya.

“Kepramukaan” adalah sebutan untuk anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi;

  • Pramuka Siaga (7-10 tahun),
  • Pembinaan Pramuka (11-15 tahun),
  • Pramuka Penegakan (16-20 tahun) dan
  • Pramuka Pandega (21-25 tahun).

Anggota kelompok lainnya disebut anggota dewasa. Sedangkan yang dimaksud dengan “Kepramukaan” adalah suatu proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, terorganisir, terarah, praktis yang dilakukan secara terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kepramukaan. Metode, yang tujuan akhirnya adalah pembentukan karakter. , akhlak dan budi pekerti yang luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepramukaan yang disesuaikan dengan keadaan, minat, dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kepramukaan di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) (Belanda) di Bandung. Sementara itu, pada tahun yang sama, Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) didirikan di Jakarta (Belanda). Kedua cikal bakal organisasi kepramukaan di Indonesia ini melebur menjadi satu bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

Tujuan Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berbudi pekerti luhur, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam memelihara dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. mengamalkan pancasila, dan melestarikan lingkungan.

Prinsip Dasar Kepramukaan

  • Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama kehidupan dan alam secara utuh
  • Merawat dirinya sendiri secara pribadi dan Patuhi Kode Kehormatan Pramuka.

Metode Pramuka

  • praktik Kode Kehormatan Pramuka
  • belajar dengan melakukan
  • kegiatan kelompok, kerjasama, dan kompetisi
  • kegiatan yang menarik dan menantang
  • kegiatan di luar ruangan
  • kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan
  • penghargaan berupa tanda kompetensi dan unit terpisah untuk anak laki-laki dan perempuan

Sifat

Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Dunia 1924 di Kopenhagen, Denmark, Pramuka memiliki tiga ciri atau ciri, yaitu:

Nasional, artinya suatu organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan di suatu negara harus menyesuaikan pendidikannya dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Internasional, artinya organisasi kepramukaan di negara manapun di dunia harus memupuk dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, suku, dan bangsa.

Universal, artinya kepramukaan dapat digunakan dimana saja untuk mendidik anak bangsa manapun.