Snapcart Rilis Riset Karakteristik Perilaku Konsumen Berbelanja Online

Bisnis, Teknologi156 Views

majalahtren.com – Snapcart Rilis Riset Karakteristik Perilaku Konsumen Berbelanja Online. Tren belanja online semakin diminati dan berkembang, khususnya sehabis hadirnya pandemi. Snapcart lakukan riset konsumen untuk sadar lebih di dalam perihal ‘Ciri Konduite Konsumen dan Preferensi didalam Berbelanja Online’ selama 3 bulan paling akhir. Riset ini ditunaikan bersama dengan metode online yang diikuti oleh 1000 responden berasal dari usia 20 – 35 year, yang tersebar di bermacam daerah di Indonesia.

Di antara 3 pemain primer, knowledge menunjukan Shopee berhasil terpilih sebagai sistem e-commerce yang paling kerap digunakan. Dimana 78Prosen konsumen waktu ini memilih Shopee, disusul Tokopedia (20Prosen) dan Lazada (2Persen).

Pas ini, berbelanja online tidak cuman semata-mata solusi ataupun alternatif primer yang beri tambahan kemudahan, namun udah jadi bagian berasal dari gaya hidup rakyat. Hal ini juga didukung berdasarkan survei Snapcart, tercatat sebanyak 95Persen konsumen mengakses bersama dengan internet lebih berasal dari 1 kali sehari didalam satu bulan paling akhir, dan 5Persen lainnya setidaknya terhubung internet 1 kali sehari.

57 Persen juga mengakui bahwa pandemi yang terjadi selama 2 tahunan sudah sebabkan mereka lebih kerap melaksanakan kegiatan belanja online. Menyaksikan hal itu, para pemain e-commerce di Indonesia berlomba-lomba memperkuat energi saingnya lewat penemuan maupun fitur terbaru demi menarik lebih tak terhitung pengguna.

“Teknologi berlimpah menawarkan cara baru dan juga solusi didalam menjalankan kehidupan sehari-hari, keliru satunya didalam mencukupi keperluan. Hal ini terlihat berasal dari knowledge yang menunjukan kesibukan belanja online yang semakin dekat bersama kehidupan penduduk.

Bermacam keperluan pengguna yang konsisten berkembang jadi peluang dan juga alasan para pemain e-commerce di Indonesia memperkuat energi tarik lewat penawaran diskon, lahirnya fitur inovatif sampai kelengkapan pilihan product. Hal ini pula yang kita menonton yang pada akhirnya membentuk cii-ciri atau preferensi konduite rakyat didalam berbelanja online,” ujar Astrid Wiliandry, Direktur Snapcart Indonesia, di Jakarta (8/9).

Ciri Konduite Belanja Online Pengguna

Snapcart Rilis Riset Karakteristik Perilaku Konsumen Berbelanja Online Segmentasi cii-ciri konduite belanja bukan cuman berangkat berasal dari disparitas preferensi, prioritas keperluan sampai gaya hidup. Faktor lain yang terikat di dalam hal ini adalah hal yang ditawarkan tiap tiap pemain e-commerce. Information menyatakan alasan penduduk berbelanja online di e-commerce pilihan antara lain adanya promo Perdeo Ongkir (79Persen), ragam penawaran promo menarik (67Prosen), ketersediaan fitur pembayaran yang lengkap (63Persen), Fitur lainnya yang tersedia dan enteng untuk digunakan (61Persen) dan kelengkapan type dan juga kategori product yang berbagai dan lengkap (58Prosen).

Hal ini pula yang memengaruhi sifat konduite belanja online penduduk khususnya terhadap taraf kepercayaan sampai aturan sementara berbelanja. Tercatat di Indonesia sendiri, terdapat tiga model konduite konsumen yang diamati dan menempati tiga teratas; diantaranya 51Persen model discount seekers atau konsumen pemburu diskon yang berbelanja didorong oleh beragam tawaran promosi; 25Persen menjawab sebagai need-based customers dan 24Persen memilih model wandering customers.

Discount Seekers

Style konsumen discount seekers ini merupakan orang-orang yang getol melacak dan memanfaatkan promo ketika berbelanja online. Lewat survei ini, style konduite konsumen ini menempati posisi pertama. Promo dan diskon sampai pas ini masih jadi magnet primer konsumen di Indonesia kala berbelanja online. Konsumen biasanya berburu promo layaknya Voucher Discount, Ongkos kirim yang murah, Cashback, Flash Sale dan bermacam promo lainnya di tiap-tiap kampanye.

Menyambut kuartal 4 yang juga jadi momentum festival belanja akhir th, jadi ruang bagi para pemain e-commerce ini untuk menghadirkan program spesial bertabur promo yang bisa dimanfaatkan oleh para jenis konsumen Discount Seeker, terutama menuju festival belanja di 9.9. Menariknya 3 faktor yang jadi energi tarik bagi konsumen selagi mempersiapkan belanja online waktu festival akhir tahunan antara lain Ongkos Kirim Murah (70Prosen), Menawarkan Promo Menarik (66Persen), dan juga Harga Terjangkau (60Prosen).

“Festival akhir tahunan sudah dibuka bersama hadirnya kampanye angka kembar 9.9. Hadirnya bermacam program disambut antusias oleh konsumen, dimana mereka mulai mempersiapkan diri khususnya untuk berbelanja di hari puncak kampanye. Adapun program-program yang dihadirkan antara lain Shopee 9.9 Super Shopping Day, Lazada 9.9 Trendy Brands Sale dan kampanye KEBUT Tokopedia. Berdasarkan ragam promo yang ditawarkan selama kampanye pembuka festival belanja akhir year yang tengah terjadi, sebesar 78Persen memilih Shopee sebagai e-commerce yang akan digunakan, diikuti Tokopedia (19Persen) dan Lazada (2Persen).

Need-Based Customers

Terhadap type konduite Need Based Customers, individu cenderung berbelanja disesuaikan bersama dengan keperluan. Dimana hal yang dicari adalah kelengkapan pilihan product dan juga kategori yang mampu mencukupi keperluan harian maupun pelengkap.

Faktor-Faktor yang memengaruhi ketetapan kala berbelanja untuk segmentasi ini biasanya berhubungan bersama kemudahan di dalam terhubung sebuah product, rekomendasi, dan produk review, dan juga ragam kategori bersama pilihan product lengkap yang ditawarkan oleh kawan brand maupun penjual yang tergabung terhadap sistem itu.

Kategori dan juga pilihan product yang lengkap jadi keliru satu indikator atau langkah primer seorang individu bersama dengan model konduite ini memilih suatu sistem untuk berbelanja online.

Wandering Customers

Bersamaan pertumbuhan teknologi yang dibarengi oleh perubahan gaya hidup, para pemain e-commerce di Indonesia konsisten berinovasi untuk menciptakan fitur-fitur baru sebagai pelengkap. Fitur ini menawarkan hiburan yang memperkuat engagement konsumen agar amat mungkin bagi mereka untuk ulang berbelanja di sistem itu. “Kita memirsa aspek yang membawa dampak rakyat untuk merasa nyaman berbelanja online adalah pilihan fitur yang ada.

Type Wandering Customers, yaitu yang puas browsing-browsing, merupakan keliru satu pengunjung website e-commerce yang terbesar. Mereka memang bukan selalu belanja. Namun, kehadiran mereka benar-benar menentukan popularitas suatu website e-commerce, tambah Astrid Wiliandry.

Tidak benar satu magnet untuk menarik type konduite Wandering Consumers adalah bersama dengan adanya fitur hiburan menarik yang mendorong mereka aktif, layaknya games dan video instan.” Ungkap Astrid.

Serupa halnya bersama dengan kelengkapan product dan kategori, banyaknya fitur hiburan menarik membawa dampak para pengguna lebih aktif dan kreatif. Lewat survei yang udah dijalankan, alasan konsumen memakai fitur hiburan dan gamifikasi adalah tertarik bersama dengan hadiah yang ditawarkan (58Persen), populer di kalangan konsumen (33Persen), kemudahan menemukan fitur (29Prosen), dan juga kesempatan berinteraksi bersama konsumen lain (19Prosen).

Lewat survei, fitur gamification yang digemari oleh konsumen yakni Shopee Tanam (51Prosen), Tokopedia Panen Telur (13Persen) dan Lazada Coin Tree (2Persen). Sedangkan, untuk fitur hiburan yang disukai, konsumen memilih Shopee LIVE (50Persen), Shopee Video (28Prosen), diikuti oleh Tokopedia Play (16Prosen), Lazada Feed (1Persen), dan Lazlive (1Prosen).

Berdasarkan information-information berasal dari survei Snapcart, terlihat semakin sengitnya persaingan para pemain e-commerce di dalam menghadirkan penemuan dan program yang sanggup menjawab semua keperluan disesuaikan bersama masing-masing preferensi konsumen. Sanggup disimpulkan bahwa Shopee masih unggul menjaga posisinya sebagai e-commerce pilihan.

Laporan Snapcart ini semakin diperkuat bersama dengan information berasal dari Similarweb, information itu memaparkan Shopee punya rata-rata 175,66 juta pengunjung situs per bulannya terhadap 3 bulan paling akhir (Juni – Agustus 2022), diikuti oleh Tokopedia bersama dengan 147,93 juta pengunjung web site terhadap periode yang serupa.

“Memirsa preferensi tiap tiap ciri yang terjawab lewat penemuan dan program yang dihadirkan, menunjukan bahwa Shopee konsisten berupaya mencukupi keperluan dan juga perhatikan tiap-tiap aspek yang menambahkan pengalaman paling baik selagi lakukan kesibukan belanja online. Tentunya pertarungan masih belum selesai, festival belanja online akhir th baru saja dimulai. Terlalu menarik untuk diamati selanjutnya sampai penghujung th 2022.” tutup Astrid.