Kemenkominfo Gelar Webinar Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan

Edukasi, Teknologi103 Views

majalahtren.com – Kemenkominfo Gelar Webinar Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (Gnld) Siberkreasi menggelar program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera bagi para guru dan siswa di Provinsi Lampung.

Aktivitas yang dijalankan secara webinar ini berjalan Senin 22 Agustus 2022 yang dimulai pukul 09.00 – 11.00 WIB bersama peserta yang lakukan registrasi sebanyak 12.098 orang.

Adapun program literasi digital #Makin Cakap Digital ini bertujuan untuk menambah kemampuan penduduk Indonesia didalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan kondusif.

Ini lantaran menurut Survei Literasi Digital di Indonesia terhadap tahunan 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada terhadap angka 3,49 berasal dari skala 1-5. Skor itu membuktikan bahwa taraf literasi digital di Indonesia masih berada di dalam kategori Tengah.

Tak sekedar tersebut berdasar laporan Hootsuite dan We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa terhadap awal year 2021, atau meningkat 15,5Persen dibandingkan awal year sebelumnya. Tersebut merupakan 73,7Prosen berasal dari keseluruhan populasi Indonesia.

Dan pandemi yang melanda Indonesia semenjak awal year 2020 sudah tingkatkan pemakaian internet dan mempercepat adopsi digital terhadap kesibukan sehari-hari. Kesibukan layaknya studi mengajar di tempat tinggal, bekerja berasal dari tempat tinggal, berbelanja sampai inspeksi kebugaran dilaksanakan memakai pelaksanaan digital.

Program literasi digital nasional

Kemenkominfo Gelar Webinar Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan

Kemenkominfo dengan Siberkreasi pun merespon tersebut bersama program literasi digital nasional yang mengusung tema “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan.” Di mana webinar tersebut menyuguhkan materi yang didasarkan terhadap 4 pilar primer Literasi Digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. Webinar ini diawali bersama dengan sambutan berasal dari Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, yang memaparkan masifnya pemakaian internet di Indonesia yang membawa dan juga resiko layaknya penipuan online, hoax, cyber bullying, dan kontenkonten negatif lainnya, agar peningkatan pemanfaatan teknologi ini harus diimbangi bersama kapasitas literasi digital yang mumpuni.

“Waktu ini indeks literasi digital rakyat Indonesia masih berada terhadap angka 3,49 berasal dari skala 5. Yang artinya masih di kategori tengah, belum mencapai kategori baik. Angka ini harus tetap kami menambah dan jadi tugas kami dengan untuk membekali rakyat kami bersama kemampuan literasi digital sehingga selalu siap mengawal akselerasi transformasi digital nasional,” ujar Semuel Abrijani Pengerapan di dalam keterangannya

Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Jhonny G. Plate di dalam kesempatan tersebut menjelaskan kalau Kementrian yang dipimpinnya juga fokus menambahkan literasi digital kepada kelompok pendidikan. “Semenjak ditunaikan terhadap year 2017, program literasi digital udah menjangkau lebih berasal dari 12,6 juta rakyat, setidaknya di tahunan 2022 ini akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta rakyat.

Kementrian Kominfo juga akan berfokus memberi tambahan literasi digital kepada kelompok pendidikan. Para peserta akan diberikan pelatihan literasi berdasarkan terhadap empat pilar,” tahu Menkominfo. Untuk webinar Sektor Pendidikan Wilayah Sumatera di Provinsi Lampung ini, tampil sebagai narasumber pertama adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, Budi Heriyanto yang membawakan materi Etika Digital.

Ia menjelaskan ketika berinteraksi di di dalam internet mengenakan kalimat yang sopan, membiasakan menulis subjek email, menghargai privasi orang lain, dan juga jangan mengenakan kata-kata mengejek.

“Type konten negatif berdasarkan UU ITE yang melanggar kesusilaan, dan penyebaran informasi bohong, perundungan global maya yaitu tindakan kesusilaan pada orang lain yang lemah yang sanggup memunculkan rasa takut terhadap korban, toxic, membagikan information personal, membalas dendam lewat video negatif, ujaran kebencian (Hate speech),” ujarnya. Untuk narasumber kedua yakni Asep Jamhur, yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, yang membawakan Budaya Digital.

Di mana ia memaparkan kecuali kompetensi budaya bermedia digital merupakan budaya individu didalam berinteraksi, dan Pacasila merupakan landasan di dalam bermedia digital.

“Budaya digital budaya Pancasila, menerapkan nilai Pancasila dan Berbeda-beda Tunggal Ika. Supaya akan memunculkan kesetaraan, memperlakukan orang lain bersama adil harmoni, utamakan kepentingan Indonesia,” jelasnya. Sedangkan pemateri paling akhir yakni Aina Masrurin yang merupakan Manager ceritasantri.id.

Ia tampil membawakan materi Keamanan Digital. Ia mengungkapkan kalau bukan tersedia yang kondusif seratus prosen di global digital, sebab itu jangan membagikan hal-hal yang bersifat pribadi, membagikannya ke orang-orang yang dikenal saja.

Di dalam webinar ini juga tampil sebagai Keynote Speaker yakni Bupati Kabupaten Lampung Selatan, Nanang Ermanto. Di akhir sesi, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan dijawab segera oleh narasumber. Semua rangkaian webinar ini dipandu oleh moderator Aida Gunawan.