Kiat Sukses Membuat Bibit Okulasi dan Sambung Tanaman Mangga

Petani79 Views

Kiat Sukses Membuat Bibit Okulasi dan Sambung Tanaman Mangga

majalahtren.com – Kiat Sukses Membuat Bibit Okulasi dan Sambung Tanaman Mangga. Teknik perbanyakan tanaman mangga secara vegetatif ada banyak, beberapa di antaranya okulasi dan sambung. Membuat bibit mangga dengan teknik ini tergolong cukup sulit karena harus dilakukan dengan cara yang benar. Selain itu, pemilihan waktu juga harus tepat agar tidak gagal. Berikut ini beberapa kiat sukses membuat bibit okulasi dan sambung.

Waktu

Pengokulasian atau penyambungan mangga sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau atau jangan dilakukan di musim hujan karena akan banyak bibit yang berpotensi gagal. Seandainya berhasil, fishes sulit tumbuh.

Umur tanaman

Tanaman yang diokulasi/disambung sebaiknya sudah berumur 1 tahun. Setelah 3 minggu bibit disambung, kemudian ikatannya dibuka. Bila mata masih tetap hijau segar dan melekat pada batang pokok, berarti usaha okulasi berhasil.

Expositions pemotongan

Jangan tergesa-gesa memotong batang pokoknya. Tunggu dulu sekitar satu minggu. Setelah itu, baru lakukan pemotongan. Lakukan pemotongan batang pokok tepat di atas mata okulasi dengan potongan soiling ke belakang. Panjang potongan sekitar 1 cm di atas okulasi.

Kalau pemotongannya sekitar 10 cm di atas okulasi, sisa batang dapat dipakai untuk mengikat fishes okulasi yang telah tinggi agar pertumbuhannya tetap lurus ke atas. Bekas potongan diolesi dengan fungisida, misalnya abu sisa bakar carbolineum, bubur bordeaux, feline, atau meni.

Jangan membuat bibit kering

Jangan biarkan bibit okulasi atau sambungan kekeringan. Untuk menjaganya, siram bibit teratur setiap hari. Demikian juga setelah dipotong, lakukan penyiraman serupa sehingga pertumbuhan fishes dapat berlangsung lebih cepat. Biasanya, sekitar 20 hari sesudah dibuka dan dipotong sudah akan keluar fishes. Setelah berumur sekitar satu tahun sejak diokulasi/tempel, bibit dapat dipindah ke lapangan.

Pemindahan bibit

Pindahkan bibit dengan cara dikeranjangi terlebih dahulu atau gali dengan sistem cabutan. Untuk menjamin agar bibit tidak layu dan mati, sebaiknya bibit keranjang yang akan dipindahkan ke lapangan direndam dulu selama beberapa jam sebelum diangkut. Tempat perendamannya bisa berbentuk bak.

Pada bibit cabutan, daun harus dipangkas sampai tinggal 1/3 panjang daun. Setelah itu, bibit dibungkus dengan gedebog pisang. Pembungkusannya harus rapat, baik di bagian atas maupun bawah. Akar tunggang yang terlalu panjang bisa dipotong dan sisakan sepanjang 20-30 cm. Sementara itu, akar serabut jangan banyak dipotong.