Pengertian Alur Cerita, Fungsi, Jenis dan Unsurnya

Edukasi106 Views

Pengertian Alur Cerita, Fungsi, Jenis dan Unsurnya

majalahtren.com – Pengertian Alur Cerita, Fungsi, Jenis dan Unsurnya. Definisi Alur Cerita. Dalam sebuah karya sastra terdapat unsur intrinsik yang membangun karya tersebut. Salah satu unsur intrinsik yang penting dan tidak boleh dilewatkan adalah jalan cerita. Apa pengertian dari alur cerita? Pengertian alur cerita merupakan salah satu unsur intrinsik yang terkandung dalam karya sastra.

Memahami alur cerita diperlukan untuk membuat cerita menyenangkan dan lebih menarik. Lebih sederhananya, alur cerita adalah urutan atau rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita menjadi satu kesatuan yang utuh. Pengertian alur cerita juga biasa disebut dengan alur cerita yang membuat cerita menjadi lengkap.

Pengertian Alur Cerita,Fungsi, Jenis dan Unsurnya

Memahami alur cerita harus mampu membuat pembaca karya sastra penasaran dan lebih tertarik untuk membaca karya sastra tersebut. Hal ini kemudian membuat pembaca terdorong untuk membaca cerita tersebut sampai akhir. Tidak hanya membaca karya sastra, pembaca juga diharapkan mampu menggali isi dan pesan dalam cerita.

Apa Fungsi Alur Cerita?

Terbentuknya pengertian jalan cerita tentu bukan semata-mata tanpa fungsi. Alur dalam sebuah cerita harus diciptakan karena memiliki fungsi. Fungsi dari pengertian alur cerita adalah untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang bagaimana suatu peristiwa dapat berhubungan dengan peristiwa lain. Alur cerita juga dapat mengungkapkan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa atau konflik dalam cerita itu terjadi.

Memahami alur cerita dan fungsinya juga dapat mengungkapkan akibat dari suatu peristiwa yang terjadi. Sehingga dalam sebuah cerita yang baik harus memiliki alur atau alur yang jelas dan tegas, agar apa yang ingin disampaikan pengarang dapat dipahami dengan mudah dan jelas oleh pembaca.

Jenis Alur Cerita

Setelah memahami pengertian alur cerita, sekarang perlu diketahui apa saja jenis alur cerita. Secara umum, alur cerita dapat diklasifikasikan menjadi tujuh jenis. Pembagiannya berdasarkan urutan kronologis cerita.

1. Arus Maju

Alur kemajuan dalam arti jalan cerita atau yang biasa disebut progresif adalah aksi yang berujung pada akhir cerita. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang dimulai secara teratur dari awal sampai akhir cerita.

Contoh plot lanjutan, seperti cerita pendek yang menceritakan masa kecil seorang anak yang kemudian tumbuh dewasa dan berakhir ketika ia sudah tua. Diceritakan pula bagaimana konflik-konflik yang dihadapinya selama hidupnya.

2. Arus Balik

Reverse plot atau regresi adalah tindakan yang menceritakan masa lalu dari karakter dalam cerita. Arti dari alur cerita mundur ini adalah konflik disampaikan di awal cerita dan kemudian mundur ke masa lalunya. Rangkaian peristiwa refluks berjalan dari masa lalu ke masa kini pada waktu yang tidak tepat.

Contoh plot mundur adalah kisah seorang pensiunan polisi yang menceritakan kisah perjuangannya selama menjadi polisi.

3. Aliran Campuran

Makna jalan cerita didasarkan pada kronologi cerita terakhir, yaitu alur campuran. Alur campuran atau bolak-balik ini seperti sungai yang berawal dari titik tertinggi, lalu menceritakan masa lalu dan berlanjut hingga selesai.

Ketika menceritakan masa lalunya, karakter yang diperkenalkan dalam cerita akan memperkenalkan karakter lain selama cerita belum berakhir dan ketika cerita kembali ke awal lagi. Contoh dari plot campuran ini adalah cerita yang dimulai di tengah cerita dan kemudian maju atau mundur.

4. Aliran Kilas Balik

Berbeda dengan pengertian alur cerita mundur, kilas balik ini merupakan alur yang terjadi karena pengarang mengutamakan akhir cerita kemudian kembali ke awal cerita. Pengarang biasanya memulai cerita dari klimaks untuk kembali ke awal cerita dan ke akhir cerita lagi.

Tahapan yang terjadi pada plot back highlight ini dimulai dari klimaks – anti klimaks – akhir – narasi – awal.

5. Alur Klimaks

Alur klimaks dalam arti alur cerita adalah susunan peristiwa yang naik dari peristiwa biasa yang meningkat menjadi penting dan lebih menegangkan dari sebelumnya.

6. Alur anti-klimaks

Yang dimaksud dengan alur cerita anti klimaks adalah alur cerita yang urutan peristiwanya menurun dari peristiwa yang menegangkan menjadi kendur dan diakhiri dengan peristiwa yang lebih duniawi.

7. Alur Kronologis

Berdasarkan pengertian alur cerita kronologis, yaitu alur yang urutan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan terjadinya peristiwa. Dalam plot ini, ada jam, menit, detik, hari, dan seterusnya.

Unsur alur cerita

Untuk membangun pemahaman yang utuh tentang alur cerita, diperlukan unsur-unsur dalam alur cerita dan bagaimana alur cerita itu harus terjadi dalam suatu peristiwa dalam sebuah karya sastra. Berikut ini adalah unsur-unsur jalan cerita atau tahapan-tahapan alur cerita dari awal sampai akhir.

1. Orientasi atau Pengenalan Karakter

Tahap awal dalam memahami jalan cerita dimulai dari orientasi mengenal pengenalan karakter. Pada tahap orientasi ini, penulis memperkenalkan siapa tokoh-tokoh dalam cerita yang ditulis. Sebagai tambahan, unsur-unsur pokok cerita juga diperlihatkan, misalnya kapan peristiwa cerita itu terjadi, di mana latar cerita, dan bagaimana suasananya.

Tujuan orientasi ini adalah agar pembaca mengetahui siapa yang memerankan tokoh dalam jalan cerita dan di mana cerita itu berlangsung, serta suasana yang coba dibangun pengarang dalam tulisannya.

2. Awal Konflik

Setelah mengenal karakter, lokasi, dan sebagainya, barulah memasuki tahap awal konflik. Konflik tahap awal atau tahap kedua ini hanya akan menunjukkan bagaimana konflik itu terjadi dan apa penyebab terjadinya konflik tersebut. Umumnya konflik muncul karena adanya konflik antar tokoh atau bisa juga karena tokoh utama mengalami masalah.

Awal mula konflik dalam cerita inilah yang akan membuat pembaca penasaran sehingga ingin mengetahui lebih jauh bagaimana jalan ceritanya. Pembaca biasanya juga akan bertanya-tanya konflik apa yang akan dialami para karakter sebagai kelanjutan cerita. Tahap awal konflik ini mendorong pembaca untuk melanjutkan cerita dengan konflik yang lebih rumit.

3. Klimaks atau klimaks dari konflik

Tahap memahami alur cerita konflik ini menceritakan bagaimana titik tertinggi konflik dalam cerita itu terjadi. Bagian ini biasanya paling ditunggu-tunggu oleh pembaca dan membuat pembaca akan bertahan lama membaca ketika konfliknya menarik atau menegangkan.

Biasanya klimaks dari konflik ini dialami oleh tokoh utama yang menimbulkan ketegangan dan pemecahan masalah apa yang kemudian dilakukannya. Dampaknya tentu saja membuat pembaca semakin penasaran dan menyimak ceritanya.

4. Konflik mereda atau anti-klimaks

Setelah diceritakan tentang puncak konflik atau klimaksnya, bagian selanjutnya adalah tahap konflik mereda atau berkurang. Pada tahap ini, karakter utama mulai mengetahui bagaimana menghadapi konflik yang sedang berlangsung. Ketegangan yang disaksikan oleh pembaca di sini sedikit mereda dan biasanya akan berubah menjadi kekaguman terhadap tokoh utama.

Pasalnya, biasanya pada tahap ini tokoh utama disuruh untuk bisa menghadapi masalah, baik dengan cara yang tidak terduga maupun yang tidak terduga. Suasana pada tahap anti-klimaks ini seringkali tidak dapat diprediksi oleh pembaca.

5. Solusi

Tahap memahami alur cerita penyelesaian merupakan tahap terakhir yang berisi berbagai masalah dan hambatan yang dialami oleh tokoh utama yang telah berhasil diselesaikan. Jika tidak ada konflik lain, penulis biasanya membuat cerita pada tahap penyelesaian dan pembaca dapat langsung menyimpulkan kesan pada tahap ini.

Pada tahap penyelesaian, penulis juga sering menyisipkan pesan atau pesan yang dapat diambil oleh pembaca.